Senin, 05 Mei 2014

Nana You Are My Everything Part 15



YOU ARE MY EVERYTHING



Presdir hyun yang sedang bersembunyi di kolong meja mendengar teriakan youryen begitu terkejut, tidak disangka youryen mengetahui bahwa ia sedang ada diruangan. Presdir hyun keluar dari persembunyiannya. Youryen yang melihat presdir hyun kelaur dari balik meja heran.
“apa kau bersembunyi di kolong meja ?” tanya youryen.
“tidak, untuk apa aku bersembunyi. Aku sedang mencari bolpoinku yang terjatuh.” Presdir beralasan.
“kenapa kau tidak mengatakan hal yang sebenarnya. Dekorasi itu, bukan untuk showcase melaikan untuk acar ulang tahun donghae, benarkan ?? kenapa kau melakukan ini padaku??? Apa maksud dan tujuanmu melakukaan ini padaku ??” youryen kesal.
“ahhh... itu semua...” presdir kebingungan menjawab pertanyaan dari youryen yang berderet.
“heuu... kau benar-benar menyebalkan presdir” youryen tidak menunggu jawaban presdir ia segera keluar dari ruangan presdir.
Youryen berjalan menyusuri loby seraya berceloteh kesal mengenai hal barusan. Sungmin yang baru keluar dari lift melihat raut wajah youryen begitu kesal segera menghampiri youryen.
“youryen-ahh !!” panggil sungmin, youryen yang mendengarnya segera berbalik menatap sungmin.
“ya,” jawab youryen seraya menyembunyikan kekesalannya pada presdir Hyun dengan tersenyum.
“apa kau baik-baik saja ??? ku lihat raut wajahmu terlihat kesal?” tanya sungmin
“ahh, tidak. Hanya masalah kecil. Kalau begitu aku pergi dulu, bye.” Ujar youryen tersenyum seraya pergi meninggalkan sungmin. Sungmin hanya menatap tidak menyangka.
“kenapa kau bersikap seperti ini padaku, Young Ji ?” sungmin meratap.
Youryen pulang ke rumahnya, sesampainya dirumah.
“Ya Tuhan, Bagaimana ini ??? haruskah aku datang ?” ujar youryen seraya tiduran di sofa ruang tamu, tiba-tiba saja ibu Park  datang menghampiri putrinya.
“kenapa belum siap-siap ? tanya ibu seraya duduk disamping putrinya. Youryen yang melihat ibunya duduk seraya bangkit dan ikut duduk.
‘memangnya mau kemana, ibu ?? bukankah ini baru jam 5 sore “ ujar youryen bersandar disofa.
“bukankah malam ini pesta ulangtahun artismu, lee donghae?” tanya ibu youryen mengingatkan.
“entahlah, aku mungkin tidak akan datang ibu.” Jawab youryen lemas.
‘apa ?? kenapa ??” tanya ibu keheranan.
“entahlah ibu” jawab youryen seraya beranjak dari sofa dan berjalan menuju kamar.
“kau harus datang kesana putriku “ ujar ibu Park yang melihat youryen pergi.

Didalam kamar youryen terlihat bingung, ia berjalan bolak-balik didepan lemari pakaiannya sesekali youryen terdiam menatap lemari pakain youryen lalu bolak-balik lagi.
“bagaimana ya ?? datang tidak datang tidak, ahh aku benar-benar bingung.” Ujar youryen seraya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Saat youryen benar-benar sudah bingung, youryen teringat kata-kata Leeteuk , kakaknya.
“Perjuangkan cintamu. Jangan mengalah hanya karena siwon tidak menyukaimu dekat dengannya. jalani saja, kakak yakin Donghae yang terbaik untukmu bukan yesung” ujar Leeteuk ditelepon.
“kakak benar, aku harus perjuangkan cintaku” ujar youryen bersemangat seraya membuka lemari pakaian mencari gaun yang pantas untuk youryen kenakan diacara ulang tahun donghae.
“ yang ini ??? tidak !!!.
Yang ini ??? tidak juga !!!
Yang ini ??? terlalu mencolok !!!
Yang ini ??? pudar warnanya !!
Yang ini ???” udah sering dipake,,,
Aishh..... baju mana yang cocok “ ujar youryen kesal karena tidak ada baju yang cocok dan pantas.
Saat youryen sedang sibuk memilah kembali baju yang berserakan ditempat tidur dan lantai, ibu park datang membawa sebuah gaun berwarna hitam dengan lengan pendek terikat pita putih dibagian pinggannya.
“apa yang sedang kau lakukan ??” tanya ibu park meletakkan gaun itu diatas tumpukan baju-baju yang berserakan diatas tempat tidur youryen.
“tidak ada gaun yang tepat, ibu “ jawab youryen lesu seraya menghempaskan diri keatas tempat tidur.
“bangunlah dan lihat gaun itu “ ujar ibu park tersenyum.
“ apa ?? gaun yang mana “ tanya youryen heran tapi raut wajah lesu masih menempel.
“disampingmu” jawab ibu park.
Youryen segera bangkit dan melihat gaun itu seraya mengangkat gaun hitam itu.
“ini ??” tanya youryen tidak percaya.
“ya, apa kau menyukainya ???” jawab ibu park.
“bagaimana mungkin aku tidak menyukainya, ini sangat indah dan cantik, ibu “ ujar youryen seraya menempelkan gaun itu berulang-ulang ketubuhnya.
“pakailah gaun itu untuk pergi keacara pesta ulang tahun donghae” ujar ibu park.
“ ya ibu. Tentu saja “ jawab youryen senang.
“ibu keluar sebentar” ujar ibu park meninggalkan youryen .
Setelah ibu park pergi keluar kamar, youryen terus menatap gaun itu dengan perasaan bahagia dan begitu senang.
“gaun yang sangat cantik “ ujar youryen seraya pergi kekamar mandi. Selesai mandi youryen mengenakan gaun hitam itu. Setelah selesai, youryen mulai bingung, tatanan rambut seperti apa dan harus memakai sepatu yang mana.
“aish, bagaimana ini ??” ujar youryen bingung menatap cermin rias.
Ketika youryen sedang sibuk menata rambut yang tak kunjung selesai, ibu park datang menyelesaikan masalah youryen.
“kenapa “ tanya ibu park seraya meletakkan sepatu highils disamping meja rias youryen.
“tatanan rambut seperti apa yang sederhana namun terlihat cantik, ibu ?” tanya youryen.
“yang seperti ini “ ujar ibu park seraya menta rambut youryen.
“ibu ?? kenapa harus tatanan seperti ini ???” tanya youryen heran melihat ibunya yang membawa jepit hitam dan menempelkannya di rambut youryen.
“rambut hitam panjang seperti ini terlihat lebih cantik jika ditata seperti ini “ jawab ibu park tersenyum.
“baiklah, ibu memang yang paling mengerti soal fashion” ujar youryen tersenyum.
Setelah ibu park selesai menta rambut youryen, youryen terlihat bingung.
“ada apa lagi?” tanya ibu park.
“aku memakai sepatu yang mana ibu ??” jawab youryen.
“coba kau kenakan sepatu yang ada disamping meja riasmu itu “ ujar ibu park tersenyum.
“ibu ?? bukankah sepatu ini harganya mahal ??” tanya youryen heran seraya mengangkat sepatu highils itu.
“tidak, itu hadiah pernikahan dari ayahmu dulu” jawab ibu park tenang.
“benarkah ??? kalau begitu aku akan memakainya.” Ujar youryen seraya memakai sepatu highils itu.
“bagaimana ?? cantik ??” tanya youryen seraya memutar badannya dengan ceria.
“putri ibu memang yang paling cantik “ jawab ibu park tersenyum.
“terimkasih ibu, aku sayang ibu. I love you “ ujar youryen seraya mencium pipi ibu park.
“i love you too, sayang “ ibu park bahagia.
“ibu, aku pergi dulu ya ??? dah ibu “ youryen beranjak pergi.
“wookie juga sudah menunggumu diluar “ ujar ibu.
Sesampainya youryen didepan rumah, ia memanggil wookie.
“wookie-yyah !!!” panggil youryen.
Wookie hanya tersenyum seraya melambaikan tangannya. Youryen menghampiri wookie.
“kenapa kau menjemputku ??” tanya youryen heran.
“kenapa ?? apa kau ingin donghae yang menjemputmu ???” goda wookie.
“ahh tidak “ youryen menyangkal.
“aku akan mengantarmu kepesta donghae” ujar wookie tersenyum.
“baiklah, terimaksih” ujar youryen masuk kedalam mobil.
Sesampainya di tempat acara ulang tahun donghae diselenggarakan, youryen segera keluar dari mobil tapi tidak diikuti oleh wookie.
“kenapa kau tidak turun ?” tanya youryen pada wookie.
“aku pergi dulu sebentar, ada sesuatu hal “ jawab wookie.
“baiklah, “ youryen mengerti dan segera menuju ruang acara.
Youryen berjalan dengan anggun, semua tamu undangan mulai berdatanagan dengan membawa kado.
“ya tuhan , kenapa aku lupa membawa kado ??” ujar youryen bingung.
“jika aku kembali itu tidak mungkin, dompetku tertinggal dan handphoneku juga” ujar youryen mulai panik.

“apa aku....” ujar youryen tersenyum.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar