Senin, 05 Mei 2014

Nana You Are My Everything Part 5



YOU ARE MY EVERYTHING




" apa maksudmu ??” tanya youryen tidak terima dengan apayang dikatakan dan dilakukan siwon padanya.
“ masih tanya apa maksudku padahal sudah jelas bahwa kauhanya mengejar dan mendekati donghae untuk mendapatkan baranmg-barang yang kaumaukan ??”hujat siwon lagi.
“ CUKUP !!!” ucap youryen tegas
“ belum, apa yang aku katakan belum cukup. Bukti pertama,kau bilang hanya mencintai donghae, lalu kenapa kau dekati juga sungmin,eunhyuk dan yesung ?? apa maksudnya ??? bukti kedua bahkan kau diam saja saatsungmin mencium pipimu “ terang siwon.
“ apa ??” tanya youryen terkejut.
“ bukti ketiga,kau pasti memanfaat kan donghae agar kaubisa membeli barang-barang yang kau sukai. Jam,tas,sepatu bermerk juga bajubahkan perhiasan yang begitu mahal. Apa kedua orangtuamu tidak mendidikmumenjadi wanita yang baik-bik ?  HAH  !!! ???” tanya siwon dengan tatapan membunuhdan senyum sinis tersungging dibibirnya.
“CUKUP !!!! jangan bawa-bawa orang tuaku. Mereka tidak tau apa-apa. Mengerti ???!!!” ucap youryen tegas.
“tentu saja mereka tidak tau apa-apa tentangmu. Ayahmu sibuk menjadi supir pribadi ayahku sedangkan ibumu sibuk menjual mie ramen. Bagaimana bisa mendidikmu ? “ ucap siwon.
“KAU BENAR-BENAR KETERLALUAN TUAN CHOI SIWON. APA KAU PIKIR, KAU LEBIH BAIK DARIKU ????!!! “ ucap youryen membentak siwon dan mulai meneteskan air mata.
 “ siwon-ssi berhentilah !!! “ ucap donghae.
“ diam kau !!! “ ucap siwon menunjuk donghae
“ DENGARKAN AKU TUAN CHOI SIWON !!! jika saja itu bukan perintah dari presdir cho kyuhyun dan jika saja aku tidak membutuhkan biaya hidup dan biaya kuliah , aku tidak akan menerimanya. Aku lebih memilih dipecat. Tapi, dengan gaji  W 20.000.000 per bulan aku menerimanya karena aku membutuhkan banyak biaya “ ucap youryen tegas pada siwon.
Setelah selesai berucap seperti itu, presdir kyuhyun , lee sungmin, eunhyuk datang dari balik siwon, youryen yang melihatnya sangat terkejut.
“ kau ???” ucapmu menunjuk sungmin, “ apa yang kau katakan pada siwon ??? kau mengatakan bahwa kau mencium pipiku, tapi aku diam saja ??? kapan kau melakukannya padaku ??? bahkan bertemu denganmu secara pribadi saja diluar kantor aku tidak pernah tapi kau ????? “ ucap youryen kesal pada sungmin
“ kau masih menyalahkan sungmin bahwa semua itu bohong ??? dia memiliki buktinya.” Ucap siwon memperingatkan.
“bukti ??? bukti apa ? tanya youryen curiga.
“ perlihatikan padanya sungmin. !!!!” perintah siwon.
Sungmin menghampiri siwon dan memberikan ponselnya.
“ kau bisa melihatnya !!!” ucap siwon menunjukan foto di hp sungmin.
Youryen terkejut saat melihat foto yang terdapat di hp sungmin, foto sungmin yang sedang mencium dirinya tapi youryen tidak pernah merasa bahwa ia pernah dicium oleh sungmin.
“ ini bukan diriku, tapi....” ucap youryen masih tidak percaya.
“ masih ingin menyangkalnya ?? apa kau juga bersikaphal serupa terhadap yesung ???” tanya siwon sambil mendekatkan wajahnya ke arah youryen.
“ ini bukan foto diriku, ini hanya editan. Aku tau itu” ucap youryen membenarkan ucapannya.
“ kau bilang editan ??? ini nyata. Mana mungkin editan” ucap siwon tidak ingin kalah
“ kau lihat cahaya dari foto sungmin dan foto gadis yang diciumnya ??? berbeda arah cahayanya. Kau bilang ini nyata ??? hahahah” ucapmu menghina.
“aku percaya youryen, itu pasti editan” donghae memuji.
“ benarkah kau percaya padaku?? “ tanya youryen ingin tau
“ tentu saja, itu hanya editan...” ucap donghae
“ tapi kau salah, itu asli. Terbukti bahwa kau hanya ingin membelaku. Tapi nyatanya. Itu yang terjadi. “ ucap youryen sambil memaksa tersenyum. Meski sebenarnya foto itu memang editan.
“ youryen-ahh maafkan aku..” ucap donghae
“ kau bilang apa ?? maaf ?? hahh. Lupakan saja !!!! “ ucap youryen sambil berlalu pergi meninggalkan apartemen donghae dan menuju sebuah taman yang sering youryen kunjungi disaat ia bersedih.
Setelah youryen pergi meninggalkan apartemen donghae, donghae mulai.....

“ ucapanmu terlalu kejam dan berlebihan siwon-ssi” ucap donghae sambil menghempaskan tubuhnyaa di sofa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar