YOU ARE MY EVERYTHING
Saat sungmin hendak pergi, ia menginjak sesuatu, dan
ternyata ia menginjak sebuah dompet.
“ahh, apa ini . dompet ???” ujar sungmin memungutnya dan
membuka dompet tersebut.
“Park You Ryen” ujar sungmin tak sadar,
“park you ryen !!!!” sungmin terkejut membaca nama
identitas yang ada di sebelah kanan dompet tersebut.
“apa dia tak sadar dompetnya terjatuh ???” ujar sungmin ,
ketika dia hendak membuka lembar dompet bagian kiri,hp sungmin berbunyi.
+ye ,
hallo ?” jawab sungmin
-“apa
kau melihat dompetku ?? aku kehilangannya. Sepertinya terjatuh saat membereskann
dokumen-dokumen tadi.” Ujar youryen.
+”ya,
dompetmu memang terjatuh disini. Akan kuantarkan.” Jawab sungmin .
+”antarkan
ke perusahaan, segera. Aku membutuhkannya” jawab youryen lalu menutup telepon.
Sungmin pun lalu bergegas pergi dan tak jadi membuka
dompet youryen. Sesampainya diperusahaan, sungmin bertemu dengan donghae. Tapi
donghae seperti tidak melihat sungmin karena terus menundukkan kepala.
“kak ???” panggil sungmin, donghae terdiam tidak
menyahut.
“KAK !!!! “panggil sungmin lagi sambil menepuk bahu
donghae yang membuat donghae terkejut.
Donghae menatap adiknya kesal,
“kenapa
kau mengagetkanku ????” tanya donghae kesal.
“mengagetkanmu ??? aku memanggilmu tapi kau tidak
menyahut, maka dari itu aku menepuk bahumu.” Ujar sungmin mengingatkan.
“kapan ???” tanya donghae polos.
“sebelum aku menepuk bahumu, aku memanggilmu dengan suara
emasku, ohh..... kakak.... !!! apa kau tidak mendengarnya ???” ujar sungmin
bernyanyi dengan gaya lucunya.
“singkirkan wajah mengerikan itu dari hadapanku.” Ujar
donghae kesal
“apa kau pikir kau manis ?? menjijikkan “ lanjut donghae,
membuat sungmin berekspresi tak menyangka.
“kak ?? kau ini benar-benar. Jika kau ada masalah dengan orang
lain, jangan lampiaskan padaku. Apa semua ini karena youryen lagi, kalian ini
tidak pacarn kenapa mesti bertengkar seperti ini ??? hanya sama-sama suka.
Seandainya aku menjadi youryen, aku akan langsung mengundurkan diri. Menghadapi
orang tempramental sepertimu. Benar-benar mengesalkan “ ujar sungmin
berceloteh.
“apa maksudmu ???” tanya donghae bingung.
“pikirkan saja. Bukankah IQ-mu 125 ????” ujar
sungmin lalu pergi meninggalkan donghae,
“tunggu !!! “ donghae menghentikan langkah adiknya yang
akan pergi.
“ada apa lagi ???” ujar sungmin menoleh.
“apa yang kau bawa ditanganmu ??? dompet ??” tanya
donghae.
“ya, ini dompet milik youryen.” Ujar sungmin sambil
mengacungkan dompet itu ke arah donghae.
“milik siapa ?? youryen ??? kenapa ada padamu ???” tanya
donghae bingung
“tadi kita bertemu, dan dia menjatuhkan dompetnya, dan
sekarang aku akan mengatarkannya karena dia sedang menunggu.” Jawab sungmin
lalu berlalu pergi.
“tunggu !!! “ panggil donghae.
“ ada apa lagi ???” jawab sungmin menoleh.
“biarkan aku yang mengantarkannya” ujar donghae
menghampiri sungmin.
“kenapa aku harus membiarkanmu mengantarkannya ??? TIDAK
!!!” ujar sungmin lalu berlalu pergi.
Donghae berpikir ulang.
“benar juga, untuk apa aku mengantarkannya ??? ahh , kau
ini kenapa. Bukankah seharusnya kau diamkan saja ???” ujar donghae berceloteh.
Sesampainya di dilantai 6 tempat ruangan presdir Hyun
berada, sungmin akan menelpon youryen, baru saja membuka handphonenya dia
melihat youryen.
“youryen-ahh !!!” panggil sungmin seraya melambaikan
tangan.
“ahh, tunggu sebentar” jawab youryen yang sedang membawa
barang-barang didalam dus besar.
Sungmin menghampirinya
“bisa ku bantu ???” tanya sungmin menghampiri youryen.
“tentu saja, apa kau akan membiarkan seorang wanita
membawa dus besar yang berat ini ??? keterlaluan.” Ujar youryen tersenyum pada
sungmin.
“berikan padaku !!! ujar sungmin memberikan kedua
tangannya.
Ketika hendak memindahkan dus besar itu dari tangan
youryen ke tangan sungmin, sungmin malah memegang tangan youryen , otomatis
mereka saling pandang beberapa detik dan tersadar.
“ahh, maaf.” Ujar sungmin menghentikan pandanagnnya.
“tidak apa, ini “ ujar youryen memberikan dus besar itu
pada sungmin.
“ternyata memang berat.” Ujar sungmin tersenyum.
“hahah,, kau ini pria, seharusnya beban seberat ini
jangan dikatakan berat. “ ujar youryen berceloteh dengan tetap tersenyum.
“ahh, kau ini.” Ujar sungmin cemberut.
“heii, singkirkan wajah mengerikan itu dari hadapanku,apa
kau pikir kau manis ?? menjijikkan “ ujar youryen tersenyum, membuat sungmin
berekspresi tak menyangka.
“sangat sama” ujar sungmin senyumnya lepas.
“sama apanya ??” tanya youryen ingin tau.
“apa yang kau katakan sama dengan yang kak donghae
katakan tadi” ujar sungmin lesu.
“ahhh, benarkah ??? hemm..ahhh sudahlah. Sama ataupun
tidak aku tak perduli. Mana dompetku ??” tanya youryen mencairkan suasana.
“oh, disaku sweater ku” ujar sungmin.
Youryen segera menggeledah saku sweater sungmin,
“tidak ada, “ ujar
youryen
“saku sebelahnya lagi” ujar sungmin mengarahkan wajahnya
kesebelah kiri.
“baiklah “ youryen memeriksa saku bagian kiri ternyata
tidak ada.
“sebenarnya dimana kau menyembunyikannya ???” tanya
youryen kesal.
“ahh, aku lupa, disaku celanaku” ujar sungmin tersenyum.
“heehhh, kau ini benar-benar menyebalkan.” Ujar youryen
cemberut lalu tersenyum dan membuka kain sweater yang menutupi saku celana
sungmin.
“ahh, ini dia” ujar youryen lalu membawanya.
“lihat terlebih dahulu. Apakah ada uang atau kartu ATM mu
yang hilang . aku bukan pencuri kelinci” ujar sungmin tersenyum, yang dikatakan
sungmin membuat youryen mengingat sesuatu,
#ingatan_youryen_yang_samar-samar
“Lihatlah terlebih dahulu tas mu, apakah ada yang hilang.
Aku bukan pencuri kelinci” ujar seorang anak kecil seraya mengembalikan tas
youryen padanya.
#ingatan_selesai
“ahh, kenapa kepalaku sakit” ujar youryen menjatuhkan
dompetnya dan memegangi kepalanya, kata-kata aku bukan pencuri kelinci
terngiang terus membuat youryen berteriak kesakitan.
“youryen-ahhh apa yang terjadi???? Sungmin panik lalu
meletakkan dus besar itu dan menolong youryen.
“kepalaku sakit “ youryen terus berteriak kesakitan
dikepalanya. Suara itu terus saja berngiang ditelinganya.
“katakan pada ku, dimana letak rasa sakit itu ??” ujar
sungmin menenangkan youryen,tiba-tiba youryen pingsan dan membuat sungmin
khawatir.
Donghae yang sejak tadi mengawasi sungmin dan youryen
dari jauh lalu menghampiri mereka melihat youryen yang pingsan.
“apa yang terjadi ??” tanya donghae melihat youryen
pingsan.
“entahlah, tiba-tiba saja dia mengatakan kepalanya
sakit.” Ujar sungmin menjelaskan.
Donghae seketika lalu menggendong youryen dan membawanya
ke rumah sakit. Sungmin mengikuti dari belakang seraya membawa dompet youryen.
Sesampainya didepan pintu mobil, penjaga membukakan pintu mobil donghae segera
lalu donghae memasukkan youryen kedalam mobil. Ketika melihat sungmin ingin
masuk kedalam mobil , donghae melerai.
“kembalilah ke dalam, beritau presdir hyun” ujar donghae
sinis .
“baiklah,” sungmin tidak jadi membuka pintu mobil dan
berdiri disamping mobil. Mobil pun melaju.
Sungmin kembali ke dalam perusahaan, ternyata presdir
hyun berjalan tergesa-gesa menghampiri sungmin dan menyanyakan apa yang terjadi
barusan.
“apa yang terjadi ???” tanya presdir hyun wajahnya
terllihat khawatir.
“youryen pingsan, ia mengeluh kepalanya sakit. Entah apa
yang terjadi padanya” sungmin menjelaskan situasi yang terjadi.
“kenapa kau tak menemani donghae membawa youryen ke rumah
sakit ?” tanya presdir kesal.
“kakak yang menyuruhku untuk menemuimu dan memberitahu
apa yang terjadi “ sungmin menjelaskan.
Di rumah sakit youryen diberikan perawatan, sepenuhnya.
“bagaimana kondisinya , dokter ?” tanya donghae khawatir.
“kondisinya mulai membaik. Tidak perlu khawatir. Awal
yang bagus untuknya” ujar dokter membuat donghae bingung.
“awal yang baik ?? maksud dokter??” tanya donghae tidak
mengerti.
“kita
bicarakan diruangan” ujar dokter mengajak donghae keruangannya membahas kondisi
youryen.donghae terkejut karena...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar