Senin, 05 Mei 2014

Nana You Are My Everything Part 8



YOU ARE MY EVERYTHING




Saat sungmin hendak pergi, ia menginjak sesuatu, dan ternyata ia menginjak sebuah dompet.
“ahh, apa ini . dompet ???” ujar sungmin memungutnya dan membuka dompet tersebut.
“Park You Ryen” ujar sungmin tak sadar,
“park you ryen !!!!” sungmin terkejut membaca nama identitas yang ada di sebelah kanan dompet tersebut.
“apa dia tak sadar dompetnya terjatuh ???” ujar sungmin , ketika dia hendak membuka lembar dompet bagian kiri,hp sungmin berbunyi.
+ye , hallo ?” jawab sungmin
-“apa kau melihat dompetku ?? aku kehilangannya. Sepertinya terjatuh saat membereskann dokumen-dokumen tadi.” Ujar youryen.
+”ya, dompetmu memang terjatuh disini. Akan kuantarkan.” Jawab sungmin .
+”antarkan ke perusahaan, segera. Aku membutuhkannya” jawab youryen lalu menutup telepon.
Sungmin pun lalu bergegas pergi dan tak jadi membuka dompet youryen. Sesampainya diperusahaan, sungmin bertemu dengan donghae. Tapi donghae seperti tidak melihat sungmin karena terus menundukkan kepala.
“kak ???” panggil sungmin, donghae terdiam tidak menyahut.
“KAK !!!! “panggil sungmin lagi sambil menepuk bahu donghae yang membuat donghae terkejut.
Donghae menatap adiknya kesal,
“kenapa kau mengagetkanku ????” tanya donghae kesal.
“mengagetkanmu ??? aku memanggilmu tapi kau tidak menyahut, maka dari itu aku menepuk bahumu.” Ujar sungmin mengingatkan.
“kapan ???” tanya donghae polos.
“sebelum aku menepuk bahumu, aku memanggilmu dengan suara emasku, ohh..... kakak.... !!! apa kau tidak mendengarnya ???” ujar sungmin bernyanyi dengan gaya lucunya.
“singkirkan wajah mengerikan itu dari hadapanku.” Ujar donghae kesal
“apa kau pikir kau manis ?? menjijikkan “ lanjut donghae, membuat sungmin berekspresi tak menyangka.
“kak ?? kau ini benar-benar. Jika kau ada masalah dengan orang lain, jangan lampiaskan padaku. Apa semua ini karena youryen lagi, kalian ini tidak pacarn kenapa mesti bertengkar seperti ini ??? hanya sama-sama suka. Seandainya aku menjadi youryen, aku akan langsung mengundurkan diri. Menghadapi orang tempramental sepertimu. Benar-benar mengesalkan “ ujar sungmin berceloteh.
“apa maksudmu ???” tanya donghae bingung.
“pikirkan saja. Bukankah IQ-mu 125 ????” ujar sungmin  lalu pergi meninggalkan donghae,
“tunggu !!! “ donghae menghentikan langkah adiknya yang akan pergi.
“ada apa lagi ???” ujar sungmin menoleh.
“apa yang kau bawa ditanganmu ??? dompet ??” tanya donghae.
“ya, ini dompet milik youryen.” Ujar sungmin sambil mengacungkan dompet itu ke arah donghae.
“milik siapa ?? youryen ??? kenapa ada padamu ???” tanya donghae bingung
“tadi kita bertemu, dan dia menjatuhkan dompetnya, dan sekarang aku akan mengatarkannya karena dia sedang menunggu.” Jawab sungmin lalu berlalu pergi.
“tunggu !!! “ panggil donghae.
“ ada apa lagi ???” jawab sungmin menoleh.
“biarkan aku yang mengantarkannya” ujar donghae menghampiri sungmin.
“kenapa aku harus membiarkanmu mengantarkannya ??? TIDAK !!!” ujar sungmin lalu berlalu pergi.
Donghae berpikir ulang.
“benar juga, untuk apa aku mengantarkannya ??? ahh , kau ini kenapa. Bukankah seharusnya kau diamkan saja ???” ujar donghae berceloteh.
Sesampainya di dilantai 6 tempat ruangan presdir Hyun berada, sungmin akan menelpon youryen, baru saja membuka handphonenya dia melihat youryen.
“youryen-ahh !!!” panggil sungmin seraya melambaikan tangan.
“ahh, tunggu sebentar” jawab youryen yang sedang membawa barang-barang didalam dus besar.
Sungmin menghampirinya
“bisa ku bantu ???” tanya sungmin menghampiri youryen.
“tentu saja, apa kau akan membiarkan seorang wanita membawa dus besar yang berat ini ??? keterlaluan.” Ujar youryen tersenyum pada sungmin.
“berikan padaku !!! ujar sungmin memberikan kedua tangannya.
Ketika hendak memindahkan dus besar itu dari tangan youryen ke tangan sungmin, sungmin malah memegang tangan youryen , otomatis mereka saling pandang beberapa detik dan tersadar.
“ahh, maaf.” Ujar sungmin menghentikan pandanagnnya.
“tidak apa, ini “ ujar youryen memberikan dus besar itu pada sungmin.
“ternyata memang berat.” Ujar sungmin tersenyum.
“hahah,, kau ini pria, seharusnya beban seberat ini jangan dikatakan berat. “ ujar youryen berceloteh dengan tetap tersenyum.
“ahh, kau ini.” Ujar sungmin cemberut.
“heii, singkirkan wajah mengerikan itu dari hadapanku,apa kau pikir kau manis ?? menjijikkan “ ujar youryen tersenyum, membuat sungmin berekspresi tak menyangka.
“sangat sama” ujar sungmin senyumnya lepas.
“sama apanya ??” tanya youryen ingin tau.
“apa yang kau katakan sama dengan yang kak donghae katakan tadi” ujar sungmin lesu.
“ahhh, benarkah ??? hemm..ahhh sudahlah. Sama ataupun tidak aku tak perduli. Mana dompetku ??” tanya youryen mencairkan suasana.
“oh, disaku sweater ku” ujar sungmin.
Youryen segera menggeledah saku sweater sungmin,
“tidak ada, “ ujar youryen
“saku sebelahnya lagi” ujar sungmin mengarahkan wajahnya kesebelah kiri.
“baiklah “ youryen memeriksa saku bagian kiri ternyata tidak ada.
“sebenarnya dimana kau menyembunyikannya ???” tanya youryen kesal.
“ahh, aku lupa, disaku celanaku” ujar sungmin tersenyum.
“heehhh, kau ini benar-benar menyebalkan.” Ujar youryen cemberut lalu tersenyum dan membuka kain sweater yang menutupi saku celana sungmin.
“ahh, ini dia” ujar youryen lalu membawanya.
“lihat terlebih dahulu. Apakah ada uang atau kartu ATM mu yang hilang . aku bukan pencuri kelinci” ujar sungmin tersenyum, yang dikatakan sungmin membuat youryen mengingat sesuatu,
#ingatan_youryen_yang_samar-samar
“Lihatlah terlebih dahulu tas mu, apakah ada yang hilang. Aku bukan pencuri kelinci” ujar seorang anak kecil seraya mengembalikan tas youryen padanya.
#ingatan_selesai
“ahh, kenapa kepalaku sakit” ujar youryen menjatuhkan dompetnya dan memegangi kepalanya, kata-kata aku bukan pencuri kelinci terngiang terus membuat youryen berteriak kesakitan.
“youryen-ahhh apa yang terjadi???? Sungmin panik lalu meletakkan dus besar itu dan menolong youryen.
“kepalaku sakit “ youryen terus berteriak kesakitan dikepalanya. Suara itu terus saja berngiang ditelinganya.
“katakan pada ku, dimana letak rasa sakit itu ??” ujar sungmin menenangkan youryen,tiba-tiba youryen pingsan dan membuat sungmin khawatir.
Donghae yang sejak tadi mengawasi sungmin dan youryen dari jauh lalu menghampiri mereka melihat youryen yang pingsan.
“apa yang terjadi ??” tanya donghae melihat youryen pingsan.
“entahlah, tiba-tiba saja dia mengatakan kepalanya sakit.” Ujar sungmin menjelaskan.
Donghae seketika lalu menggendong youryen dan membawanya ke rumah sakit. Sungmin mengikuti dari belakang seraya membawa dompet youryen. Sesampainya didepan pintu mobil, penjaga membukakan pintu mobil donghae segera lalu donghae memasukkan youryen kedalam mobil. Ketika melihat sungmin ingin masuk kedalam mobil , donghae melerai.
“kembalilah ke dalam, beritau presdir hyun” ujar donghae sinis .
“baiklah,” sungmin tidak jadi membuka pintu mobil dan berdiri disamping mobil. Mobil pun melaju.
Sungmin kembali ke dalam perusahaan, ternyata presdir hyun berjalan tergesa-gesa menghampiri sungmin dan menyanyakan apa yang terjadi barusan.
“apa yang terjadi ???” tanya presdir hyun wajahnya terllihat khawatir.
“youryen pingsan, ia mengeluh kepalanya sakit. Entah apa yang terjadi padanya” sungmin menjelaskan situasi yang terjadi.
“kenapa kau tak menemani donghae membawa youryen ke rumah sakit ?” tanya presdir kesal.
“kakak yang menyuruhku untuk menemuimu dan memberitahu apa yang terjadi “ sungmin menjelaskan.
Di rumah sakit youryen diberikan perawatan, sepenuhnya.
“bagaimana kondisinya , dokter ?” tanya donghae khawatir.
“kondisinya mulai membaik. Tidak perlu khawatir. Awal yang bagus untuknya” ujar dokter membuat donghae bingung.
“awal yang baik ?? maksud dokter??” tanya donghae tidak mengerti.
“kita bicarakan diruangan” ujar dokter mengajak donghae keruangannya membahas kondisi youryen.donghae terkejut karena...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar