Senin, 05 Mei 2014

Nana You Are My Everything Part 9



YOU ARE MY EVERYTHING




Di rumah sakit youryen diberikan perawatan, sepenuhnya.
“bagaimana kondisinya , dokter ?” tanya donghae khawatir.
“kondisinya mulai membaik. Tidak perlu khawatir. Awal yang bagus untuknya” ujar dokter membuat donghae bingung.
“awal yang baik ?? maksud dokter??” tanya donghae tidak mengerti.
“kita bicarakan diruangan” ujar dokter mengajak donghae keruangannya membahas kondisi youryen.
Sungmin pergi ke rumah sakit bersama presdir hyun dan ibu youryen.
“bagaimana bisa ini terjadi pada youryen ???” tanya ibu park yang terus menangis dalam pelukan sungmin.
“tenanglah,bibi. Youryen akan baik-baik saja.
Donghae keluar dari ruangan dokter dan menemui youryen yang masih belum sadar.
“apapun yang terjadi, aku tidak akan meninggalkanmu.” Ujar donghae seraya mencium kening youryen. Youryen siuman.
“apa yang kau lakukan ???” tanya youryen melihat wajah donghae yang begitu  dekat dengan wajahnya.
“maafkan aku, atas kejadian di apartemen. Entah kenapa aku tidak bisa membelamu. Bibirku serasa kaku dan sulit untuk bicara.”ujar donghae menyesal.
“maafkan aku juga, kita tidak pacaran tapi mengapa bertengkar seperti pasanagn kekasih ??? benar-benar lucu “ youryen tersenyum geli.
“heuum.. benar juga. Jika diingat kembali benar-benar menggelikan “ donghae ikut tersenyum.
“donhae-ssi ?” panggil youryen.
“ya ??” donghae tersenyum melihat kearah youryen.
“tak apa,” ujar youryen tersenyum menahan malu.
“kenapa ???” tanya donghae tersenyum geli ingin tau.
“tidak apa.” Jawab youryen singkat.
“lihatlah wajah pucatmu yang merah itu, apa kau malu ??? katakan padaku ??” goda donghae yang membuat youryen semakin malu.
“tidak, minggir!! Aku ingin ke kamar mandi” ujar youryen kesal tapi menahan senyum,
“benarkah ???? “donghae terus saja menggoda youryen .
Raut wajah youryen memerah karena malu,ketika dia hendak turun dari tempat tidur dia terjatuh ,seketika donghae meraih youryen kedalam pelukannya. Posisi donghae dan youryen yang saling berpelukan dan saling menatap, tanpa sadar wajah mereka semakin dekat....dekat.. dan mereka berciuman.
Ketika itu sungmin datang dan membuka pintu kamar rawat youryen , terkejut melihat mereka berdua sedang berpelukan dan saling menatap. Sungmin mengurungkan niatnya dan  menutup pintu kamar rawat youryen.
“ada apa ???” tanya presdir hyun.
“kondisi youryen spertinya baik. Karena ada donghae disisinya.” Ujar sungmin , dia tersenyum tapi seperti terpaksa.
“benarkah ??” tanya ibu park mendekati pintu kamar dan membukanya dia tidak melihat youryen, hanya donghae yang sedang duduk di tempat tidur youryen sambil mengupas buah jeruk.
“bibi ?” tanya donghae terkejut melihat bibi park berjalan menghampirinya.
“dimana youryen ?” tanya ibu park.
“oh, dia sedang dikamar mandi” jawab donghae. Youryen pun keluar dari kamar mandi dan terkejut melihat ibunya sedang bicara dengan donghae.
“ibu ???” tanya youryen berjalan mendekati ibu Park.ibu park pun menoleh.
“apa kau baik-baik saja ???” tanya ibu bpark pada putrinya.
“aku baik,bu. Seperti yang ibu lihat. Hanya kepalaku sedikit pusing” ujar youryen manja.
“benarkah ??? apa yang menyebabkan kau sakit kepala ???” tanya ibunya khawatir.
“entahlah, setiap kali aku mengingatnya, kepalaku malah terasa sakit.” Jawab youryen seranya menyentuh kepalanya.
“donghae, kau bisa mengabulkan 1 permintaanku ?” tanya ibu park pada donghae.
“apapun yang bibi minta, katakanlah !” jawab donghae tersenyum.
“jaga youryen, jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi.” Ujar ibu park.
“bukankah itu 2 permintaan ??? menjaga dan mengawasi” donghae tersenyum lalu memeluk ibu park
“tentu saja, permintaan bibi adalah keinginanku “ lanjut donghae seraya menatap youryen dan tersenyum.
Mereka bertiga pun bercanda ria bersama. Sementara sungmin menatap mereka bertiga dari depan pintu kamar rawat youryen dengan tatapan seperti tidak suka .
“ada apa ???” tanya presdir hyun
“tidak, aku senang akhirnya mereka bersama kembali.
“benar, hampir 1 bulan ini mereka diam saja” presdir membenarkan dan setuju dengan yang dikatakan sungmin.
“aku pergi dulu, aku ingat ada janji dengan temanku” ujar sungmin mohon diri pada presdir lalu pergi.
Sungmin sampai ditaman dekat rumah sakit. Dan duduk disebuah bangku panjang menatap langit.
“apa yang sebenarnya terjadi, semakin lama aku melihat kakak bersama youryen tersenyum dan tertawa bersama hatiku sangat sakit . apa yang terjadi padaku. Setiap hari aku mulai tidak mengingat young ji. Yang aku ingat adalah youryen. Manipulasi cinta. Rasa cinta yang selama ini aku tata hanya untuk young ji malaha berubah menjadi youryen. Bagaimana mungkin aku mengkhianati kakak ku sendiri ??? “ ujar sungmin menyesali perasaannya yang bertentangan.
Sungmin terus menatap langit sore yang akan beralih ke malam.dia mengingat kejadian tadi siang yang menimpa youryen.
“youryen pingsan setelah aku mengingatkannya untuk mengecek dompetnya apakah ada yang hilang karena aku bukan pencuri kelinci. Setelah itu dia terdiam lalu menjerit kesakitan dikepalanya . apakah karena aku mengatakan,karena aku bukan pencuri kelinci ? aku hanya mengatakan hal itu pada 1 orang yaitu young ji saat aku mengembalikan tasnya yang terjatuh waktu itu. Apa mungkin ????” sungmin beranjak pergi dan kembali lagi ke rumah sakit untuk menemui youryen.
Sungmin berlari menuju rumah sakit , dengan terengah-engah dia pergi kekamar youryen tapi ruangannya kosong.
“young ji !!! “sungmin melihat sekeliling ruangan sudah bersih.
“apakah anda mencari pasien yang dirawat dikamar ini ?” tanya seorang perawat.
“ya, dimana dia ??” tanya sungmin
“30 menit yang lalu dia keluar dari rumah sakit. Karena kondisinya sudah membaik. Dia pergi bersama ibu dan kekasihnya juga seorang pria yang mungkin kakaknya.” Ujar perawat itu yang membuat ekspresi wajah sungmin berubah.
“apa ?? kekasihnya ??? baiklah. Terimaksih” sungmin lalu pergi dengan gontai dan lesu.
Sungmin berjalan dengan tidak bersemangat, kata-kata suster yang mengatakan youryen telah keluar bersama ibu dan kekasihnya juga seorang pria yang mungkin kakaknya terus terngiang di kepalanya.

“kekasihnya ???”sungmin tidak percaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar